Integrasi Sistem Informasi PMP
Integrasi Sistem Informasi Penjaminan Mutu Pendidikan (PMP) merupakan proses penyatuan berbagai sumber data, aplikasi, dan mekanisme pelaporan mutu pendidikan agar saling terhubung, konsisten, dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah, pemerintah daerah, maupun pemerintah pusat.
Tujuannya agar semua pihak memiliki satu data pendidikan yang valid untuk dasar perencanaan, monitoring, evaluasi, serta pengambilan kebijakan peningkatan mutu.
Tujuan Integrasi:
- Menghindari duplikasi data (misalnya pengisian berulang di berbagai aplikasi).
- Meningkatkan akurasi dan konsistensi informasi mutu pendidikan.
- Memperkuat fungsi analisis mutu (misalnya perbandingan capaian terhadap SNP/SPM).
- Mendukung perencanaan berbasis data di sekolah, daerah, dan pusat.
- Mempermudah akses informasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
Komponen yang Diintegrasikan:
- Sumber Data:
- Dapodik/EMIS (data pokok peserta didik, PTK, sarpras).
- Asesmen Nasional (AKM, survey karakter, survey lingkungan belajar).
- Rapor Pendidikan (sekolah dan daerah).
- Sistem PMP/SPMI (evaluasi diri sekolah, dokumen mutu).
Data pendukung lain (RKPD, Renstra Pendidikan daerah, intervensi program).
- Aplikasi/Sistem:
- Portal Rapor Pendidikan.
- Aplikasi Penjaminan Mutu (PMP/SPMI online).
- Dashboard mutu pendidikan nasional/daerah.
Mekanisme Integrasi
1. Pengumpulan Data → sekolah mengisi Dapodik/EMIS, instrumen PMP, asesmen nasional.
2. Pengolahan & Validasi → data dikompilasi, diverifikasi, dan dianalisis secara otomatis.
3. Analisis Mutu → menghasilkan capaian indikator mutu dibandingkan SNP/SPM.
4. Diseminasi Informasi → ditampilkan melalui dashboard/rapor pendidikan.
5. Pemanfaatan Data → sekolah membuat RKS/RKAS, daerah menyusun RKPD & Renja OPD, pusat menyusun kebijakan pendidikan.
5. Prinsip Integrasi
- Satu Data Pendidikan → semua sumber data saling terkoneksi dan sinkron.
- Berbasis Standar Nasional Pendidikan (SNP) → mutu diukur dengan acuan yang sama.
- Interoperabilitas → sistem/aplikasi bisa saling membaca dan berbagi data.
- Hierarki Akses → pusat, daerah, dan sekolah mengakses sesuai kewenangannya.
- Pemanfaatan untuk Perbaikan → data tidak berhenti di laporan, tapi dipakai untuk perencanaan dan intervensi.